Ajaran dasar Tarekat Naqsyabandiyah pada umumnya mengacu kepada empat aspek pokok yaitu: syari‟at, thariqat, hakikat dan ma‟rifat. Ajaran Tarekat Naqsyabandiyah ini pada prinsipnya adalah cara-cara atau jalan yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin merasakan nikmatnya dekat dengan Allah. 49 Tarekat Naqsyabandiyah, seperti juga didirikan oleh Syaikh Abdul Qadir Jilani dan Tarekat Naqsyabandiyah yang didirikan oleh Muhammad Baha‟ Al-Din al-Uwaisi al-Bukhari Naqsyabandi, ajaran-ajaran Tarekat Qadariah wa Naqsyabandiah diantaranya ada tata cara membai‟at, dzikir -dzikir yang harus dilakukan seperti tawajuhan yang dilaksanakan pada malam selasa Baca detail: Cara Taubat Nasuha. 4. Itu pikiran yang tidak baik dan harus disingkirkan jauh-jauh dan segera istighfar (mohon ampun) pada Allah. Namun selagi masih mengakui wajibnya shalat, maka tidak berakibat murtad atau kafir. Baca detail: Penyebab Murtad. Hukum Tarekat Naqsyabandiyah naqsabandiyah tasawuf menurut pandangan Al-Quran, Sunnah Kitab ini berisi aturan dan tata tertib menjadi anggota tarekat, serta juga berisi tuntunan dan tata cara zikirnya. Di dalam tarekat ini, dikenal tujuh macam dzikir muqoddimah, sebagai sebagai pelataran atau tangga untuk masuk ke dalam Tarekat Syatariyah, yang disesuaikan dengan tujuh macam nafsu pada manusia. Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah, juga ditulis Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah, adalah perpaduan dari dua buah tarekat besar, yaitu Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsyabandiyah yang didirikan oleh Mahmud al-Alavi dan Bahaudin di Makkah pada awal abad ke-13 hijriah/abad ke-19 M. Tarekat ini adalah tarekat yang mu'tabarah . Hasil analisis tree nodes menunjukkan terdapat lima (5) pendekatan berasaskan kerohanian melalui amalan Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah yang telah dipratikkan dalam pemulihan dadah yang telah 7gupQr.

tata cara dzikir tarekat naqsyabandiyah