Periode sebelum tahun 1845, menurut catatan Marwati dalam “Studi Rumah Panggung Tahan Gempa Woloan di Minahasa Manado” ( Jurnal Teknosains, Vol. 8 No. 1, Januari 2014) adalah saat rumah-rumah orang Minahasa memiliki tiang-tiang penyangga yang cukup tinggi, yaitu antara 3-5 meter. Sejak semula, yakni sebelum terjadi gempa, konstruksi rumah Rumah panggung Betawi yang khas ini merupakan salah satu representasi pemukiman masyarakat Betawi pesisir di jaman dulu. Rumah ini juga dikenal sebagai Rumah Tinggi Marunda. Desain rumah panggung ini sangatlah unik dan antik dengan penyangga yang banyak jumlahnya. Serasa Jaman Dulu! Kehidupan Sederhana di Rumah Panggung dengan Halaman yang AsriFollow: https://www.instagram.com/andriandenivlog/Youtube: @AndrianDenivlog Tentang Rumah Adat Sunda. Masyarakat Sunda kerap melestarikan pengetahuan dari leluhur dengan gaya hidup tradisional dalam suatu keharmonisan dengan alam, hal ini kemudian mereka terapkan pula dalam metode pembangunan hunian, dengan menggunakan bahan-bahan lokal dari batu, bambu, kayu, bahan atap yang didominasi oleh dedaunan, serta daun-daun palem. Karena rumah ini merupakan rumah panggung (rumah yang memiliki kolong), Jaman dahulu bagian bawah rumah biasa digunakan sebagai tempat untuk menyimpan ternak seperti babi, sapi atau kambing. Seiring dengan kemajuan jaman dan banyaknya penyuluhan yang dilakukan baik oleh pemerintah atau LSM, ternak-ternak tidak lagi diletakkan di sini untuk Rumah asli di Indonesia pada dasarnya merupakan rumah panggung. Sebuah rumah didirikan atas dasar pemikiran kosmologi. Lantai, misalnya dianggap sebagai dunia tengah dimana manusia hidup disebut juga dunia tengah. Ruang bawah atau kolong sebagai tempat tinggal setan dan roh jahat yang disebut juga dunia bawah. nXSuH.

gambar rumah panggung jaman dulu